Yuk Intip 6 Protokol Kesehatan yang Wajib Dijalankan Pengelola dan Pengunjung Mall

Wabah Covid-19 masih belum berakhir, namun kini masyarakat diimbau untuk menghadapi era new normal dengan mengikuti prosedur kesehatan yang disarankan oleh pemerintah. Berbagai pusat perbelanjaan pun mulai dibuka untuk menyambut era new normal tersebut. Untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona di berbagai pusat perbelanjaan, yuk simak protokol kesehatan yang wajib dilakukan oleh pengelola maupun pengunjung mall. Simak ulasannya berikut.

Prosedur Kesehatan yang Harus Diberlakukan di Pusat Perbelanjaan

1. Cek Suhu

Petugas pengelola pusat perbelanjaan jika ingin membuka usahanya, maka wajib menyiapkan stafnya untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk pengunjung di semua pintu masuk. Jika ditemukan pengunjung yang memiliki suhu di atas 37,3 derajat celcius, atau ada pengunjung yang tidak menggunakan masker. Maka, pengunjung tersebut tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam plaza. Hal ini juga berlaku untuk pengunjung yang sedang batuk atau pilek.

Pengelola dan Pengunjung Mall rapid testtt

2. Penyemprotan Disinfektan Berkala

Selain pengecekan suhu, pihak pengelola plaza juga dapat melakukan pembersihan teratur yang dilakukan secara berkala. Pembersihan tersebut bisa berupa penyemprotan disinfektan paling sedikit tiga kali dalam sehari. Hal ini dilakukan terutama untuk benda dan area yang sering digunakan bersamaan. Seperti tombol lift, gagang pintu, pintu toilet, pegangan tangga, maupun fasilitas umum lainnya yang sekiranya kerap digunakan oleh banyak pengunjung.

3. Batasi Jumlah Pengunjung

Selama masa transisi era new normal, sesuai dengan protokol kesehatan yang mengacu pada keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382, maka setiap shopping center wajib membatasi jumlah pengunjung. Pengunjung sebuah plaza dalam satu waktu tidak boleh terlalu banyak dan harus dibatasi. Ketika pengunjung yang di dalam pusat perbelanjaan sudah terlalu banyak, maka petugas tidak boleh membiarkan pengunjung lainnya masuk terlebih dahulu.

4. Atur Etalase

Prosedur lainnya yang perlu diterapkan oleh pengelola pusat perbelanjaan yaitu mengatur etalase atau jumlah toko yang beroperasi dalam satu waktu. Pengaturan ini juga diberlakukan untuk tata letak stand yang ada, dimana setiap stand tidak boleh terlalu berdekatan. Hal ini juga berlaku untuk para pengunjung yang sedang mengantre, dengan cara memberi penanda minimal 1 meter di lantai tempat pengunjung berdiri. Seperti pada lift, pintu masuk, dan lainnya.

5. Gencarkan Sosialisasi

Tim Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 berharap agar pihak pengelola mall dapat melakukan sosialisasi kepada para karyawan. Sosialisasi ini berkaitan dengan pencegahan penyebaran Virus Corona, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan cuci tangan. Kemudian para staf dan karyawan dapat melakukan sosialisasi kepada pengunjung dengan cara memasang poster, spanduk, banner, hingga melalui pengumuman pengeras suara.

Pengelola dan Pengunjung Mall rapid test paragon mal

6. Pos Kesehatan Difungsikan

Prosedur lain yang harus diterapkan oleh pihak pengelola, yakni sebaiknya pos kesehatan di berbagai tempat pusat perbelanjaan mulai dimaksimalkan lagi fungsinya. Hal ini agar apabila terdapat salah seorang karyawan atau pengunjung di area plaza yang mengalami gangguan kesehatan, maka dapat segera ditangani saat itu juga. Jika terdapat tanda-tanda atau gejala dari Virus Corona, maka dapat segera ditindak lanjuti dengan menghubungi pihak yang lebih berkompeten.

Itulah beberapa prosedur atau protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh pengelola maupun pengunjung pusat perbelanjaan. Menghadapi era new normal ini, semua pihak memang diharap dapat saling bahu membahu untuk mencegah dan menekan tingkat laju penyebaran Covid-19. Virus satu ini memang sampai saat ini masih belum ditemukan vaksinnya, maka anda dapat membantu mencegah risiko penularan virus dengan cara mengikuti protokol yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *