Termasuk Lokasi Rawan Corona, Yuk Simak Panduan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Pusat perbelanjaan tradisional menjadi salah satu tempat yang menurut Satgas Penanganan Covid-19, merupakan tempat rawan penularan Virus Corona. Selain itu, lokasi lain seperti perkantoran, mall, pesantren, dan lain sebagainya juga berindikasi serupa. Namun, tempat-tempat tersebut bisa ditutup dan dibuka sewaktu-waktu, sedangkan pasar diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Untuk itu, yuk simak panduan protokol kesehatan di tempat tersebut.

Prosedur Kesehatan yang Wajib Dipatuhi oleh Pengelola dan Pengunjung

1. Bagi Pihak Pengelola

Pengelola pusat perbelanjaan, baik mall maupun pusat perbelanjaan tradisional wajib mengikuti imbauan serta instruksi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait Virus Corona di daerahnya. Informasi dan imbauan tersebut dapat dicek secara berkala pada laman resmi www.covid19.go.id , https://infeksiemerging.kemkes.go.id, dan kebijakan pemerintah di wilayah setempat.

Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Pihak pengelola juga wajib mengatur pedagang yang dapat beroperasi dengan mengikuti ketentuan dari pemerintah, dan membentuk tim atau pos pencegahan Covid-19 untuk membantu dalam penanganan Virus Corona serta masalah kesehatan lainnya. Kemudian pengelola juga diharuskan menyiapkan fasilitas cuci tangan, beserta sabunnya dengan fasilitas yang memadai dan mudah untuk diakses oleh pengunjung maupun pedagang.

Selain itu pihak pengelola juga harus melakukan pembersihan serta penyemprotan disinfeksi secara berkala atau minimal tiga kali dalam sehari. Penyemprotan tersebut dilakukan pada stand-stand pedagang dan pada area atau sarana yang sering digunakan bersama oleh pengunjung, maupun para pedagang. Seperti toilet, pegangan tangga, dan lain sebagainya. Pada lapak pedagang juga perlu diberikan tanda khusus jaga jarak agar pembeli dapat melihat dan menaatinya.

2. Bagi Pedagang

Para pedagang juga memiliki kewajiban yang harus dipatuhi, seperti memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum berjualan. Jika mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau demam maka sebaiknya tetap di rumah untuk sementara waktu. Jika berlanjut, sebaiknya periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Dan selalu gunakan masker saat bekerja atau melayani pembeli.

Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Selain itu, pedagang juga harus ikut membantu melakukan pembersihan area dagang atau stand masing-masing, sebelum maupun sesudah berdagang. Serta tidak lupa untuk melakukan kontak seminimal mungkin dengan pembeli, seperti menyediakan wadah khusus untuk sarana serah terima uang dan lain sebagainya. Sehingga pedagang aman dan pelanggan pun aman selama melakukan transaksi di pasar.

Jika kondisi terasa padat dan penerapan jaga jarak sekiranya sulit diterapkan, maka penggunaan face shield bersamaan dengan masker sangat dianjurkan. Hal ini dilakukan sebagai perlindungan tambahan, untuk meminimalisir risiko penyebaran virus. Setelah pulang bekerja pun, sebaiknya langsung segera mandi dan berganti pakaian, sebelum melakukan kontak dengan anggota keluarga lainnya di rumah.

3. Bagi Pengunjung

Tidak jauh berbeda dengan pedagang, pengunjung pun diharapkan memastikan diri dalam kondisi sehat terlebih dahulu, sebelum memutuskan untuk ke luar rumah. Jika terdapat gejala-gejala seperti batuk, pilek, dan lain sebagainya maka sebaiknya tidak ke luar. Serta selalu gunakan masker saat berada di tempat umum. Dan tidak lupa untuk selalu mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu di tempat yang telah disediakan.

Protokol kesehatan tersebut wajib dipenuhi dan dijalankan oleh semua lapisan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk kebaikan bersama, agar penyebaran Virus Corona dapat berkurang dan tidak menimbulkan risiko penyebaran virus. Saat berada di tempat umum, selalu gunakan masker dan jaga jarak minimal 1 hingga 2 meter dengan pengunjung yang lain. Anda juga bisa menambah penggunaan face shield sebagai perlindungan tambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *