Manajemen Resiko Keluarga

Resiko merupakan sebuah faktor ancaman yang dapat mengganggu stabilitas dari kehidupan. Resiko dapat ditemukan dimana saja dan berlaku bagi siapa saja. Hal ini juga yang menyebabkan sebuah keluarga tidak luput dari adanya faktor resiko yang mengancam kehidupan mereka.

Ada beberapa jenis resiko yang mengancam keluarga seperti finansial, pendidikan, dan keselamatan hidup. Akan tetapi, tidak sedikit keluarga yang tidak memahami bahwa ada banyak resiko yang mengancam kehidupan mereka. Hal ini mengakibatkan banyak keluarga yang terlena dengan kehidupan nyaman yang mereka miliki. Sehingga, para keluarga tidak bisa menghadapi akibat dari resiko yang mengancam kehidupan mereka. Salah satu resiko terbesar dalam keluarga adalah keadaan finansial keluarga. Hal ini dikarenakan banyaknya kondisi yang mempengaruhi keadaan finansial keluarga seperti penghasilan yang didapatkan, jumlah tanggungan keluarga, kondisi ekonomi negara, dll. Oleh karena itu, penting bagi sebuah keluarga untuk memahami bagaimana cara mengatur resiko yang ada pada keluarga. Dalam hal ini, anggota keluarga terutama kepala keluarga bisa mempelajari cara manajemen resiko keluarga yang baik.

Manajemen Resiko Keluarga AXA Mandiri pada perusahaan

Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa salah satu resiko keluarga yang paling krusial adalah resiko finansial. Bagi sebuah keluarga yang memiliki pendapatan cukup besar dan teratur, mereka bisa melakukan beberapa upaya mengurangi resiko finansial dalam keluarga melalui beberapa langkah seperti risk avoidance, segregation, loss prevention, loss reduction, dan risk sharing. Risk avoidance merupakan sebuah upaya untuk menghindari resiko yang terjadi. Sedangkan segregation merupakan sebuah upaya untuk memisahkan barang – barang atau investasi yang bisa menyebabkan kerugian yang besar. Sedangkan loss prevention merupakan sebuah upaya untuk mengurangi kerugian yang bisa timbul karena faktor resiko. Loss reduction merupakan salah satu langkah dalam manajemen resiko yang ada pada keluarga dengan cara mengurangi dampak yang ditimbulkan saat terjadi suatu kejadian yang mengancam. Langkah yang terakhir adalah dengan melakukan risk sharing atau pembagian faktor resiko kepada pihak lain. Cara ini bisa dilakukan dengan menggunakan asuransi. Sehingga, nasabah akan membagi faktor resiko kerugian kepada pihak asuransi saat mereka mengajukan klaim.

Kenali Proses Manajemen Risiko Perusahaan dan Antisipasinya AXA Mandiri

Beberapa langkah manajemen resiko keluarga tersebut dapat dilakukan secara berkala dan satu persatu. Sebagai contoh, masyarakat bisa memulainya dengan mendaftarkan anggota keluarga mereka pada lembaga asuransi untuk melakukan langkah risk sharing. Salah satu lembaga asuransi yang secara serius membantu keluarga Indonesia dalam melakukan manajemen resiko keluarga adalah AXA Mandiri. Lembaga asuransi ini telah membantu banyak keluarga di Indonesia dalam mengatur resiko keluarga yang mungkin terjadi dalam bidang finansial selama kurang lebih 15 tahun. Oleh karena itu, kredibilitas dan pelayanan dari lembaga asuransi ini tidak diragukan lagi.

Ada beberapa produk asuransi yang dikeluarkan oleh AXA Mandiri. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan dari banyak keluarga Indonesia. Salah satu produk asuransinya adalah Asuransi Jiwa. Seperti yang telah kita ketahui, tak ada satu manusiapun yang bisa memprediksi kematian. Apabila seorang anggota keluarga meninggal dan ternyata mempunyai banyak tanggungan, tentu akan menjadi masalah bagi para ahli waris. Oleh karena itu, lembaga asuransi ini menyediakan produk asuransi jiwa yang mampu membantu masyarakat untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk. Paket yang termasuk asuransi jiwa adalah Mandiri Legacy Plan Platinum, Asuransi Mandiri Legacy Plan Titanium, Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera, Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera Syariah, Asuransi Mandiri Investasi Prestige, dan Asuransi Mandiri Elite Plan Syariah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *