Anda Harus Tahu! Berikut 5 Hal yang Menyebabkan Sulit Tidur di Masa Pandemi Corona

Pandemi virus corona saat ini telah mengubah kehidupan semua orang. Bahkan berdampak pada mayoritas orang mengalami kesulitan tidur di malam hari. Berdasarkan sebuah studi, bahwa lebih dari sepertiga orang di seluruh dunia menderita insomnia dan kecemasan akibat pandemi Covid-19 ini. Seorang peneliti yang melakukan penelitiannya, menyimpulkan bahwa ada beberapa alasan utama orang mengalami insomnia atau tetap terjaga sepanjang malam. Berikut ulasannya.

Penyebab Insomnia di Masa Pandemi

1. Mengkonsumsi Alkohol Berlebihan

Di antara mayoritas orang yang mengalami insomnia, dikarenakan ia terlalu banyak mengkonsumsi alkohol. Dalam laporan Sleep Cycle, menyebutkan bahwa sebanyak 44,6 persen orang berjuang untuk merebahkan dirinya di malam hari pada musim pandemi seperti ini. Sedangkan dalam penelitian yang sebelumnya, telah menunjukkan bahwa meskipun banyak orang Amerika menggunakan alkohol sebagai obat penenang, tetapi sebenarnya hal itu menyebabkan insomnia.

Sulit Tidur di Masa Pandemi covid

2. Banyak Mengkonsumsi Berita

Dengan adanya pandemi virus corona, membuat banyak jurnalis yang memberikan berita mengenai kabar terkini dari virus satu ini. Oleh sebab itu, mayoritas orang akan mengikuti berita-berita tersebut. Dari situlah, orang-orang akan merasa khawatir dan cemas sehingga membuat insomnia. Sebanyak 46,4 persen dari responden dalam survei Sleep Cycle mengaku bahwa mereka konsumsi berita dan membuat mereka tetap terjaga selama semalaman.

3. Takut Jatuh Sakit atau Orang Terdekat Sakit

Tidak mengherankan bahwa rasa takut yang timbul ini membuat banyak orang cemas dan menyebabkan insomnia. Karena tiap saat pasti mempunyai rasa khawatir seperti ini, dan akan terus menghantui. Faktanya, mereka yang memiliki rasa ketakutan seperti ini 1,4 kali lebih mungkin melaporkan kesulitan untuk bisa merebahkan badannya dengan tenang daripada mereka yang bisa nyenyak dalam dunia mimpinya. Hal tersebut biasanya terjadi pada orang berusia 35 tahun ke atas.

4. Tekanan Alur Keuangan

Masa pandemi seperti ini membuat ekonomi global menjadi melambat dan tingkat pengangguran mencapai pada rekor tertinggi. Sehingga tidak mengherankan apabila orang-orang merasa stres dan kebingungan mengenai alur keuangan mereka. Hal ini juga merupakan alasan terbesar keempat orang mengalami insomnia dalam laporan survei Sleep Cycle. Sekitar setengah dari responden yaitu 49,8 persen mengalami tekanan finansial.

5. Terlalu Banyak Melihat Layar Gawai

Dikarenakan pemerintah telah mengeluarkan perintahnya untuk tetap berada di rumah dan melakukan berbagai aktivitas di dalam rumah. Sehingga menyebabkan masyarakat melakukan semua kegiatannya di layar smartphone-nya, mulai dari belajar hingga belanja online. Menurut laporan survey Sleep Cycle, ada sekitar 53,4 persen responden survei menyalahkan teknologi sebagai penyebab ketidakmampuan mereka untuk tidur dengan nyenyak.

Ada Bakteri yang Dapat Sembuhkan Penyakit Tidur

6. Merasa Kesepian

Lebih dari 54 persen dari responden survey Sleep Cycle, mengatakan bahwa mereka merasakan perasaan kesepian. Perasaan tersebutlah yang merupakan alasan utama mereka tetap terjaga sepanjang malam. Di antara demografi termuda yang di survey, mereka yang memiliki usia sekitar 18 hingga 24 tahun sebanyak 38 persen mengatakan mengalami kesepian. Sementara lebih dari 1 persen responden yang memiliki usia 65 tahun ke atas mengatakan bahwa kesepian membuat mereka tetap terjaga di malam hari.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan seseorang merasakan insomnia atau tetap terjaga semalaman dan tidak bisa menenangkan dirinya sepanjang malam. Oleh karena itu, hal-hal yang disebutkan diatas, diharapkan bisa dikurangi demi membuat kualitas istirahat anda di malam hari lebih baik lagi. Karena apabila anda insomnia, bisa membuat daya tahan tubuh melemah dan tentunya bisa terserang berbagai macam penyakit terutama virus corona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *